Selasa, 10 Maret 2020

STUDI KASUS MANUSIA DAN CINTA KASIH

          Assalammu'alaikum Wr.Wb. Selamat datang kembali ke blog saya, dan pada kesempatan kali ini saya akan membahas Studi Kasus yang sesuai dengan judul di atas. Setiap manusia pasti memiliki cinta dan kasih dalam kehidupan. Pengertian dari cinta itu sendiri adalah perasaan ( rasa ) saling suka antara makhluk hidup ( Manusia maupun hewan ). Sedangkan rasa kasih merupakan bentuk perasaan sayang atau belas kasihan terhadap makhluk hidup ( Manusia maupun hewan ), sehingga kata kasih memperkuat rasa cinta itu sendiri. Jadi bisa diartikan bahwa, Cinta dan Kasih itu merupakan bentuk suatu perasaan manusia yang berdasarkan ketertarikan satu sama lain dan didasari dengan belas kasih.

Pengertian Cinta dan Kasih menurut para ahli :
  1. Menurut Rabi’ah Al - ‘Adawiyah: cinta adalah ungkapan kerinduan dan gambaran perasaan yang terdalam. Siapa yang merasakannya, niscaya akan mengenalinya. Namun, siapa yang mencoba untuk menyifatinya, pasti akan gagal. 
  2. Menurut Eric Fromm: cinta adalah suatu seni yang memerlukan pengetahuan serta latihan. Cinta adalah suatu kegiatan dan bukan merupakan pengaruh yang pasif. Salah satu esensi dari cinta adalah adanya kreativitas dalam diri seseorang, terutama dalam aspek memberi dan bukan hanya menerima.

CONTOH STUDI KASUS :

                 Kisah Ibu Gendong Anaknya yang Lumpuh ini Bikin Netizen Terharu



          Brilio.net - Cinta seorang ibu tak akan pernah pudar ataupun berubah seiring waktu. Seorang ibu dengan penuh kasih sayang senantiasa merawat, melindungi dan rela melakukan apa saja demi membahagiakan anak-anaknya. Bahkan mereka pun ikhlas jika harus mengorbankan nyawa untuk sang buah hati. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh seorang ibu dari Filipina ini.

Dilansir brilio.net dari viral4real, Selasa (21/3), ibu tua itu bernama Julieta Lorenzo (69). Ia menjadi buah bibir netizen dunia maya setelah video dirinya bersama putrinya, Mary Jane (30) menjadi viral di Facebook.

Di usianya yang tak muda lagi, Julieta tetap sabar merawat putrinya yang lumpuh bahkan terus menggendongnya ketika berpergian. Sejak berusia tiga tahun, Jane mengalami lumpuh sehingga hidupnya bergantung pada sang ibu. Namun, Julieta tak pernah mengeluh selama merawat putri tercintanya. Meski ia sering kali harus mengorbankan kesehatannya sendiri demi menjaga putrinya.

Seorang pengguna Facebook bernama Gilbred Cargason Alsagon Jr menjadi orang yang pertama kali mengunggah kisah Julieta. Alsagon merasa tersentuh dengan pengorbanan dari seorang ibu lansia untuk anaknya yang cacat. Ia kemudian memutuskan untuk membagikan video Julieta dan putrinya di akun Facebook-nya.

Dalam video yang diunggahnya, terlihat Julieta tengah meminta bantuan petugas keamanan di sebuah bank di Filipina untuk mengangkat putrinya ke punggungnya untuk digendong.

Menurut Alsagon, semua orang di bank ikut tersentuh oleh pemandangan Julieta dan putrinya. Mereka menawarkan untuk membantu. Namun, Julieta menolak sebab putrinya tak ingin orang lain yang menggendongnya.

Video yang diunggah tersebut ternyata menarik perhatian netizen hingga akhirnya viral. Video tersebut bahkan telah dibagikan lebih dari 13 ribu kali. Banyak dari netizen memuji apa yang dilakukan Juliet untuk merawat putrinya yang lumpuh dengan penuh kesabaran.

Berikut videonya :

          Tak hanya viral di media sosial, TV lokal pun melacak keberadaan Julieta dan putrinya. Mereka akhirnya menemukan bahwa selain lumpuh, Mary Jane juga tak bisa bicara.
Julieta mengungkapkan bahwa ia dan Mary Jane telah tinggal sendiri di rumah sederhana mereka selama lebih dari 25 tahun. Selama merawat putrinya, dia selalu berada di dekatnya dan tak membiarkan Mary Jane sendirian. Alasannya karena dia takut seseorang akan mengganggu atau membahayakan anaknya yang tak berdaya. Laporan TV lokal tak menyebutkan tentang ayah Mary Jane atau kerabat mereka yang lain.
Menurut laman Elitereaders, setiap bulannya Julieta pergi ke bank untuk mengambil uang pensiun sekitar Rp 530 ribu. Ia menggunakan uang tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jelas, uang pensiunnya tak akan cukup jika harus digunakan untuk biaya pengobatan rutin putrinya.
Meskipun kemiskinan dan tantangan hidup tengah dialami Julieta, sosoknya menggambarkan seorang ibu yang hebat dan tangguh. Dengan penuh kasih sayang, ia merawat putrinya yang lumpuh tanpa pernah mengeluh.


Opini dan Rangkuman :
Yang paling utama dalam cinta adalah memberi bukan menerima. Yang artinya, memberi merupakan hal yang terbaik dalam cinta dibandingkan dengan menerima. Menerimanya pun yang bersifat manusiawi, bukan material.
Dalam studi kasus yang diatas dapat disimpulkan bahwa, kasih sayang seorang ibu tidak dapat tergantikan, bahkan dengan kondisi anak tersebut yang sedang mengalami lumpuh, ibu dari anak tersebut tetap selalu memberikan cinta dan rasa kasih sayangnya dan juga memberikan kebahagiaan untuk anak tersebut.